Cara Mudah Kembalikan Data Hilang Dengan R-STudio

Archi Materiali – Selamat pagi sobat Archi dimanapun kalian berada. Semoga sehat selalu, aamiin. Kali ini saya akan membagikan tips sederhana sih, yaitu cara mudah mengembalikan data yang hilang di laptop atau memori dengan menggunakan aplikasi R-Studio. Jadi ceritanya kemarin itu, instal ulang windows laptop salah satu kawan. Ternyata ketika sampai pada pemilihan partisi hardisk muncul pemberitahuan tidak bisa instal di salah satu partisi. Yang mengharuskan diconvert terlebih dahulu ke GPT. Kalian bisa mencari solusi permasalahan tersebut di google.

Pada saat itu posisi partisi C atau 1 sudah saya delete. Berabe dong. Terpaksa convert keseluruhan hardisk yang artinya juga harus dalam perintah clean data. Sudah kepala pusing tujuh keliling mengingat data yang ada sangatlah penting (katanya sih gitu, hahaha).

Akhirnya dengan perasaan di kepala yang sudah gak karu-karuan tersebut proses instalasi selesai dengan selamat. Sekarang giliran memikirkan bagaimana caranya agar data yang hilang tadi (yang tidak sengaja atau sengaja sih terhapusnya?) bisa dikembalikan kembali. Duh Gusti, ini ibarat mengajak mantan balikan gak sih? hahaha

Ketika dalam posisi tersebut, bingung karena harus memikirkan cara memulihkan data yang hilang, kita disarankan untuk tenang dan rileks. Lha kok malah jadi motivasi gini. Intinya harus dipikirkan dengan kepala dingin. Bisa dengan dikompres pakai es batu atau dicelupkan ke dalam bak kamar mandi, heuheuheu.

Apakah kejadian tersebut yaitu hilangnya data lantaran kecerobohan kita adalah pertama kalinya? Hahaha, jawabannya sih bukan yang pertama kali. Tapi untuk kesekian kalinya. Ketika kita kehilangan sebuah data yang penting lantaran kita salah pencet tombol delete misalnya, jangan lantas frustasi atau bunuh diri (naudzubillah, woi terlalu ekstrem kali). Ada banyak jalan menuju Roma sobat! Begitu juga dengan mengembalikan sebuah data yang hilang atau terhapus. Banyak sekali jalan untuk mengembalikannya atau bahasa kerennya sih recovery.

Banyak sekali software atau perangkat lunak yang gunanya untuk mengembalikan data yang hilang. Tetapi kali ini saya akan membahas sebuah perangkat lunak yang sudah beberapa kali menolong saya dalam kesulitan tersebut. Semoga pencipta perangkat lunak ini bisa masuk surga karena telah menolong banyak orang-orang ceroboh seperti saya ini, hahaha. Dan kabar baiknya perangkat lunak ini free ongkir alias gratis. Yup, namanya adalah R-Studio.

Dalam kasus ini saya ingin mengembalikan data dari salah satu partisi hardisk yang tidak sengaja terhapus atau keformat dan seabrek masalah lainnya. Satu partisi 200Gigabyte yang tadinya penuh dengan file-file entahlah apapun itu, saya berharap tidak menemukan banyak file video kimochi, kosong melompong tidak ada isinya lagi.

Lantas, kalau semisal data yang hilang tersebut sebuah kartu memori baik Micro SD, Micro SMP, Micro SMA bagaimana? Melucunya garing. Sepengalaman saya menggunakannya juga bisa kok. Tapi kembali ke amal perbuatan masing-masing, heuheu.

Pertama, sobat Archi harus memasang perangkat lunak R-Studio atau bisa juga mencari yang versi portable. Banyak juga kok di google. Karena saya orangnya yang gak mau ribet akhirnya pake yang versi kedua.

Kedua, pastikan kita tidak mengutak-atik terlebih dahulu partisi yang tersebut. Sekali lagi jangan diutak-atik, berat sobat! Biarkan saya saja, haha (efek film Dilan). Jangan diisi file apa pun dahulu. Biarkan partisi tersebut kosong, seperti hati sobat Archi yang juga kosong (sok tahu ah).

Ketiga, siapkan tempat penyimpanan di luar hardisk eksternal. Apakah pakai flashdisk bisa? Bisa asal data yang kita mau kembalikan tidak begitu besar. Kalau semisal dalam permasalahan saya di atas diharapkan menyiapkan hardisk eksternla yang masih banyak space kosongnya. Lantaran data yang akan kita gali dan angkat dari kubur juga besar.

Keempat, buka perangkat lunak R-Studio yang sudah kita pasang tadi. Atau kalau pake yang versi portable seperti saya tinggal double klik saja. Tampilan pertama dari R-Studio seperti gambar di bawah. Jika berbeda, bisa jadi perangkat lunak yang kalian pasang adalah salah. Laki-laki memang selalu salah kan Sob, hiks hiks hiks.

Tampilan Awal R-Studio

Tampilan Awal R-Studio

Kelima, pilih partisi hardisk mana yang datanya hilang tadi kita klik. Kemudian pilih Scan. Di contoh saya memilih partisi D, karena partisi tersebut yang tadinya hilang lantaran kehapus partisinya. Oh iya contoh gambar yang di poin keempat dan kelima ini dengan gambar di poin keenam dan selanjutnya berbeda memang. Jika sobat kok mbatin, kok gambarnya beda ya? Iya emang, haha.

Pilih Partisi D kemudian klik Scan

Pilih Partisi D kemudian klik Scan

Keenam, proses scanning akan berlangsung. Lama tidaknya ya tergantung seberapa besar partisi yang kita akan angkat datanya. Sebagai contoh di sini saya harus scan partisi sebesar 200Gigabyte waktunya kurang lebih 1,5jam sendiri. Bisa kalian sambi ngarit atau push up biar sehat.

Proses Scanning File sedang berlangsung. Sabar ya menunggunya!

Proses Scanning File sedang berlangsung. Sabar ya menunggunya!

Ketujuh, eh benar ketujuh ya? Oh iya benar, ketika proses scanning sudah selesai (horeee). Akan muncul beberapa partisi kembali seperti gambar di bawah ini  yang sudah saya kotaki merah. Saya pilih partisi D:(Recognized0) karena jenis partisinya NTFS. Double klik partisi tersebut. Atau bisa juga dengan klik Open Drive Files.

Proses Scanning File sedang berlangsung. Sabar ya menunggunya!

Pilih partisi D:(Recognized0) kemudian double klik. Atau klik Open Drive Files.

Kedelapan, nantinya akan muncul folder-folder atau file-file lawas yang aslinya penunggu partisi tersebut. Di sini hati sudah senang gembira. Cek terlebih dahulu – untuk mengecek isi dari folder-folder tersebut bisa dengan cara double klik di jendela contents sebelah kanan – apakah benar file tersebut yang akan kita kembalikan ke dunia nyata. Atau malah kalian menemukan folder yang sudah lama hilang dalam ingatan. Folder foto mantan, misalnya. Kalau sudah yakin, centang folder-folder atau file tersebut. Kemudian klik Recover Marked. Kita hanya mengembalikan data yang dicentang saja.

Hasil data yang sudah kita scanning. Tinggal pilih mana yang mau kita recover

Hasil data yang sudah kita scanning. Tinggal pilih mana yang mau kita recover

Kesembilan, nantinya muncul jendela Recover. Jendela ini memberitahukan tempat yang nantinya kita gunakan untuk menampung sementara data-data yang ingin kita kembalikan tadi. Saran dari perangkat lunak ini jangan menggunakan partisi penyimpanan yang sama dengan partisi yang akan kita kembalikan datanya. Bingung gak sih dengan kalimat barusan? Jadi kalau kita hendak recovery data partisi D, jangan menggunakan partisi D sebagai tempat penyimpanan juga selama proses recovery tersebut. Kalau yang ini semoga sobat Archi paham. Inilah kenapa di poin ketiga tadi saya menyarankan menggunakan hardisk eksternal. Kemudian pilih OK.

Jendela recover, menanyakan tempat untuk menyimpan hasil recovery

Jendela recover, menanyakan tempat untuk menyimpan hasil recovery

Kesepuluh, tunggu saja proses pengembalian data yang hilang tadi sampai selesai. Sabar ya, karena waktunya lumayan luamaaa. Selama penantian kalian kepada doi, haha. Berat memang, tapi kali ini kalian saja yang menjalani (efek film Dilan (lagi)). Oh iya, terkadang ada pemberitahuan data yang double memiliki nama yang sama. Terserah sobat Archi, mau direname atau dioverwrite. Dan tentunya sembari berdoa kepada Allah SWT agar proses tersebut berjalan lancar. Karena sekali lagi, manusia hanya bisa berencana Allah yang menentukan. Ea ea ea….

Proses recovery sednag berlansung. Sekali lagi sabar menunggu ya!

Proses recovery sednag berlansung. Sekali lagi sabar menunggu ya!

Yang terakhir, berarti kesebelas ya. Bukan kesebelasan lho ya. Mas apakah semua data yang sudah dikembalikan serats persen seperti semula? Jadi, perlu saya tekankan di sini (haiyaaahh) ketika melakukan proses recover atas data yang terhapus atau apalah itu namanya. Kita dihadapkan pada posisi 50 : 50 (fifty : fifty). Saya tidak bisa menjamin 100% data bisa dikembalikan dan bisa digunakan sedia kala. Tetapi alhamdulillah, selama beberapa kali melakukan recovery data yang terhapus atau hilang sebagian besar bisa kembali dan bisa digunakan. Tetapi, saya tidak menjamin untuk sobat Archi semua.

Dan tentu saya berharap data yang hendak sobat Archi, jika ndilalah kok ya apes seperti saya di atas, bisa diselamatkan semuanya. Aamiin.

Mungkin segitu dulu ya sobat Archi, tips bagaimana cara mudah kembalikan data hilang menggunakan R-Studio. Semoga tips kali ini bisa membantu sobat Archi semua. Dan tidak lupa saya mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mau mampir membaca tulisan yang saya sendiri tidak menduga bisa sepanjang ini.

Oke, semoga data atau file penting yang hilang bisa diselamatkan dengan R-Studio. Kalau ingatan tentang mantan, mending jangan diselamatkan cukup dikenang saja, eh.

Salam bahagia!!

author
Selalu ingin belajar akan hal-hal yang baru.
No Response

Leave a reply "Cara Mudah Kembalikan Data Hilang Dengan R-STudio"